Kesan Bagus memang jauh terdapat dalam Blog ini. Namun dengan maksud ingin menjadikan sebagi forum tukar pikiran, penuangan ide-ide ataupun kiat-kiat yang berhubungan dengan kegiatan berkebun adalah tujuan utama hadirnya blog ini.....Kritik dan saran sangat saya perlukan sebagai bahan masukan. Akhirnya selamat menikmati & semoga bermanfaat.....

26 Sep 2008

Hama Ulat pada daun Lengkeng Jenis Itoh

Lengkeng dataran rendah jenis Itoh konon dari negeri asalnya Thailand merupakan jenis lengkeng dataran tinggi yang secara bertahap diadaptasikan agar dapat tumbuh di dataran rendah. Masuk ke Indonesia pada awalnya Itoh atau Edaw terkenal sangat sulit untuk dibuahkan. Kabarnya di Thailand sendiri untuk membuahkan harus di rangsang dengan zat yang termasuk kategori bahan peledak, dan ini yang dilarang peredarannya di Indonesia. Salah-salah kita berurusan dengan Densus 88 bila memiliki bahan tersebut. Namun belakangan para penghobi tanaman buah ditanah air berhasil membuahkan dengan formula khusus sebagai perangsangnya, tidak terkecuali punya saya (untuk cara membuahkan Itoh akan diulas lain waktu., mohon sabar ya..…)


serangan pada daun, ujung hitam mengering 
Suatu hari saya dikejutkan oleh 5 tanaman itoh saya yang telah berumur 3 tahun. Buah yang ditunggu tak kunjung tiba, eh yang muncul malah daun muda yang ujungnya coklat menuju kering. Tidak terlihat tanda-tanda serangan insect atau hewan pengganggu waktu itu. Analisa pertama waktu itu kemungkinan adanya keracunan atau Ph tanah yang tidak cocok dengan syarat tumbuh Itoh. Yang anehnya lagi daun yang sudah tua tidak terserang, dengan kata lain daun yang terserang daun muda menuju tua. Dan yang meyebabkan saya menyimpulkan bahwa itoh ternyata tidak cocok di kebun saya ialah karena jenis tanaman lengkeng seperti Diamond River dan Pingpong daunnya tidak terserang sama sekali…
Dengan terpaksa daun yang ujungnya kering dan menggulung pada itoh saya buang semua dengan harapan akan muncul daun baru yang sehat. Ternyata harapan dari daun baru sama sekali tidak bias diharapkan, alias masih berujung kering dan menggulung.

Serangan
Singkatnya, lewat diskusi dengan istri dan seorang teman, ketemulah penyebab semua itu. Hal tersebut ternyata disebabkan oleh ulat kecil yang menyerang daun dan berada di tulang daun. Ulat ini menetas lewat serangga yang menusukkan telurnya ke daun pupus Itoh (sampai saat ini saya belum menemukan vector atau hewan pembawa telur ulat ini). Setelah menetas dan menjadi ulat, si ulat yang berada ditengan tulang daun ini akan menggerogoti tulang daun utama (tengah). Hal ini bisa dilihat pada pupus daun itoh yang muda dan kelihatan menggulung. Kalau Anda melihat pupus itoh agak menggulung seperti daun muda yang kelihatan layu, pasti di dalam tulang daunnya sudah bersarang ulat ini. Dengan seiring menuanya daun muda ini, dan ulat hanya berhasil menyerang sebagian tulang daun, maka daun menjadi hijau tua dengan bekas serangan ulat (pucuk daun) menjadi kering kehitaman dan menggulung.


 
belah tulang daun untuk melihat ulat


Pada daun muda yang terkena, coba anda petik dan belah tulang daun yg ditengah perlahan-lahan. Perhatikan tulang daun sudah kosong isinya karena serangan ulat, dan belah lagi hingga ke pangkal daun. Disitu Anda akan menemukan ulat kecil yang sedang berpesta. Sebagai catatan, ulat akan kelihatan biasanya di pagi atau sore hari, entah di siang hari ia istirahat dimana.


ulat yang berhasil saya keluarkan

Penanggulangan
Serangan ulat ini tidak bisa dibasmi secara spontan. Untuk menanggulanginya, jika serangan sudah parah atau hamper 70 %, hilangkan daun yang sudah terkena serangan dan bakar agar ulat mati. Jika belum parah, semprotkan insektisida yang bersifat sistemik secara berkala. Pengalaman saya penyemprotan Insektisida Sistemik tiap minggu diselingi dengan penyemprotan insektisida kontak. Sebagai contoh minggu I disemprot insektisida sistemik, minggu II disemprot yang kontak, minggu II sistemik lagi dan seterusnya. Penyemprotan sebaiknya dilakukan dipagi atau sore hari.

Oh ya, sebaiknya untuk mencegah serangan pada daun ini lakukan tindakan preventif secara berkala dengan penyemprotan insektisida dengan dosis anjuran walaupun tidak terjadi serangan. Dijamin deh, kita tidak akan melihat itoh berdaun hitam kering lagi…….

12 comments:

  1. Sy ada bbrp pohon lengkeng.Keadaanya spt yg bpk ceritakan. Sy kira krn terbakar panas matahari. ada cara yg lebih mudah g pak untuk membasmi hama ini dg bhn2 organik?

    ReplyDelete
  2. utk bahan organik kita bisa pake pestisida organik bu, tapi pada intinya disini kita hanya mencegah serangan "hewan" yang menancapkan telur pada daun tsb. untuk daun yang terserang sendiri (spt garing terbakar) sudah tidak bisa di obati dan harus di buang.

    ReplyDelete
  3. tanaman lengkeng di tempat kerja saya saat ini uterserang hal yang sama.setelah membaca tulisan ini saya coba sek dengan membelah tulang daun seperti yang dipaparkan pada tulisan ini.namun saya tidak menemukan ulat tersebut padahal saya memeriksanya pagi hari.apa ada tempat bersarang lain ulat ini, mesalnya apda batangnya seperti hama penggerek batang?pestisida yang biasa digunkan apa?

    ReplyDelete
  4. be a hero @ coba cek daun yang masih muda namun keliatan layu..jgn cek pada daun yang sudah ujungnya kering, soalnya setelah saya amati setelah menyerang sebagian tulang daun, tu ulat menghilang entah kemana...namun kl kita semprot seperti cara di artikel, dia akan mati setelah menyerang sebagian tulang daun....
    oh ya coba amati pada sore hari juga..

    ReplyDelete
  5. Lengkeng itoh, aroma duren saya juga kena hama tsb, saya beri furadan ternyata hasilnya baik, ngga capai nyemprotnya.

    ReplyDelete
  6. pemberian furadan memang bisa dilakukan utk memutus siklus si ulat menjadi kupu2.....saat si ulat udah dewasa dia akan jatuh ke tanah, nah disini peran furadan yg disebar berperan...tapi daun sudah terkena kan....so pilihlah cara bijak utk menanggulaginya....

    ReplyDelete
  7. assalamualaikum pak.

    drmh pohon kelengkeng sy daunnya pada rontok,berwarna kuning,menggulung dan hangus.bagaimana penanggulangannya?obat apa yg saya harus pake?klo bisa tlg sebutkan mereknya.thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. wassalam mualaikum,
      wah daun kuning rontok ?? coba cek di perakaran nya.....
      bisa karena perakaran busuk karena media terlalu padat dan tidak mudah melepas air, ATAU justru terlalu kering (sempat kekeringan) yang ekstrim....

      kl point pertama yg terjadi, coba bongkar media (kl di pot) dan ganti yg lebih porous trus siram fungisida dan B1....
      kl point ke dua, cukup siram dan beri nutrisi secukupnya,,,,

      (kl ada fotonya bisa lebih jelas)

      Delete
  8. Kelengkeng saya pucuk daunny mengering tapi tidak ada ulat. Knapa ya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. @sewa : itu persis kejadian yang saya ulas, ulatnya sudah hilang, jadi tinggal kering hitam nya.
      pengaruh lain : bisa jadi over dosis pupuk kandang (yg belum mateng dll), tapi kemungkinan besar yg terjadi di lengkeng adalah serangan seperti yang ditulis diatas

      Delete
  9. Jika dikasih pestisida yg sistemik apa tidak akan berpengaruh pada kandungan buahnya yang takutnya nanti malah beracun? Mohon penjelasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. @rois : baik sistemik maupun kontak sebenarnya masih berbahaya, tapi aturan tegas / dasarnya, obat tsb tidak boleh diberikan minimal 2 minggu jika buah sebelum panen.
      so saat pemberian pestisida sistemik diatas pada saat tanaman tidak sedang ada buahnya, jadi saya rasa cukup aman

      Delete

Comment