Kesan Bagus memang jauh terdapat dalam Blog ini. Namun dengan maksud ingin menjadikan sebagi forum tukar pikiran, penuangan ide-ide ataupun kiat-kiat yang berhubungan dengan kegiatan berkebun adalah tujuan utama hadirnya blog ini.....Kritik dan saran sangat saya perlukan sebagai bahan masukan. Akhirnya selamat menikmati & semoga bermanfaat.....

1 Jun 2011

Top Working Mangga

Kurang lebih 2,5 tahun lalu, diantara 7 varietas mangga introduksi Thailand setinggi 1 meter yang saya beli, saya pindah tanam dari polibag ke tanah.  Dengan perawatan seperti tanaman di kebun lainnya pertumbuhan tanaman tersebut (sayang lupa nama varietasnya oleh karena label hilang) mulai nampak hingga akhirnya berbuah.  Salah satu diantaranya memiliki buah yang lumayan lebat di saat buah pertama.  Sayang buah yang lebat harus diikuti rasa yang masam alias kecut.  Penantian buah ke-2 pun masih mengharapkan adanya perubahan rasa kecut ke manis.  Namun pada musim buah berikutnya yang lumayan banyak, rasa buah masih tetap seperti pertama. Masam !  Penjarangan buah dan pemupukan K tinggi tidak mampu memenuhi harapan saya kala itu.  Akhirnya terbesit untuk memotong habis dan membongkar tanaman untuk digantikan jenis lain yang lebih oke rasanya.

meskipun genjah tapi rasanya masem banget.....
Namun saat mau
membongkar tanaman teringat sebuah artikel yang pernah saya baca tentang top working pada tanaman kopi, karet dll di dunia perkebunan.
Top Working, sebuah istilah yang dalam bahasa sederhana menurut saya adalah peremajaan tanaman besar dengan cara memotong indukan hingga akan muncul tunas baru, yang mana di tunas baru inilah akan di 'sematkan' entres tanaman sejenis yang memiliki varietas (lebih) unggul.  'Penyematan' entres ini bisa dengan cara sambung pucuk, ataupun sambung sisip.
Pada kesempatan kali ini akan saya bahas
tentang penyematan dengan cara sambung pucuk, hal ini semata-mata dari kesimpulan saya pribadi yang mengamati bahwa sambung pucuk lebih besar tingkat keberhasilannya dan memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dari sambung sisip pada teknik ini.  Sekali lagi, ini hanya kesimpulan saya pribadi !!  Karena tajuk pohon yang dimaksud sudah bagus, maka akan saya sambung dengan beberapa varietas mangga pada tajuk yang berbeda arah (supaya beraneka varietas dalam satu pohon he he he...)


Berikut tahapan Top Working Mangga secara ringkas :
  • Potong dahan pohon mangga yang akan kita sematkan entres baru.  Pilih dahan yang sudah agak besar (minimal 1 jempol tangan orang dewasa).  Gunakan gergaji agar potongan rapi.  Lokasi atau ketinggian pemotongan bisa Anda tentukan sendiri sesuai selera.
potong dengan gergaji agar rapi......
  • Pupuk tanaman dengan NPK berimbang, tunggu hingga keluar tunas calon cabang baru di sekitar dahan yang di potong tadi.  Pilih cabang yang sehat dan bagus untuk kita sambung pucuk.  Saat cabang sudah sebesar pensil dan berwarna kehijauan agak tua bisa kita sambung pucuk. Potong cabang tersebut, sisakan kurang lebih 5 cm dari pangkal batang, belah dengan pisau tajam, lalu sisipkan entres mangga  yang sudah di belah seperti baji dan ikat dengan plastik serapi mungkin. Berikutnya sungkup sambungan dengan plastik es lilin untuk mengurangi penguapan.  Entres yang di 'sematkan' sebaiknya diambil dari tanaman yang sehat dan produktif, serta masih berwarna kehijauan dengan besar batang yang proporsional dengan batang bawahnya.  Hilangkan daun, sisakan sedikit tangkaiya.



Muncul beberapa cabang baru, pilih yang bagus untuk di sambung

warna batang kehijauan, sebesar pensil, saat tepat untuk di sambung
  • Kontrol sambungan 3-4 hari sekali, usahakan jangan sampai telat siram terhadap pohon tadi.  Sekitar 2 minggu pasca sambung pucuk, kita akan lihat tanda-tanda keberhasilan dari proses tersebut.  Jika sisa tangkai daun pada entres rontok dengan sendirinya, dan warna entres masih hijau, pertanda proses sambung pucuk berhasil dan sebaliknya.  Menginjak diatas minggu ke 2 keberhasilan sambung pucuk ditandai dengan munculnya tunas baru.  Sungkup plastik bisa dibuka jika tunas baru sudah berbentuk daun dan kelihatan 'menyesaki' plastik sungkupan.
hasil sambung pucuk 1 bulan pasca proses
  • Pangkas cabang-cabang dari batang  bawah yang muncul, agar pertumbuhan terkonsentrasi pada hasil sambungan kita.  Jika menghendaki berbagai varietas mangga dalam 1 pohon, Anda bisa lakukan proses yang sama dengan entres yang berbeda pada cabang yang lain....
Berbagai varietas dalam 1 pohon
Tips tambahan :
  1. Pilih entres hanya dari pucuk cabang, jangan gunakan entres hasil potongan setelah pucuk, karena menurut pengalamandi kebun, entres dari pucuk cabang memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dari pada hasil potongan setelah pucuk pada proses ini
  2. Sebaiknya lakukan proses penyambungan pada pagi atau sore hari..
  3. Berdoa dan bersihkan diri sebelum melakukan proses......he he he
Akhir kata selamat mencoba dan semoga bermanfaat......
(semoga tulisan ini bisa menjawab beberapa pertanyaan yang masuk ke email saya)

37 comments:

  1. wah boleh di coba nih.....thanks cak

    ReplyDelete
  2. Salam kenal pak, Gimana cara cepat membuahkan mangga. mohon informasinya.

    ReplyDelete
  3. Pantesan saya sering gagal...tips no.3 terabaikan..hehehe, trims ilmunya mas :)

    ReplyDelete
  4. @ sebenarnya tanaman mangga kl sudah cukup umur dan sehat, dia akan mudah berbunga (terlebih saat musim mangga tiba). Tapi kl mau pake perangsang buah bisa di aplikasikan dengan paclobutrazol dgn dosis tertentu..... jika ada pohon yang sudah gede dan mogok berbuah, cara klasik bisa dilakukan, yaitu dgn cara menancapkan beberapa paku ke batang nya (pjg 10 cm)....ini cara pamungkas buat pohon yg sudah gede

    ReplyDelete
  5. @bari : he he he berdasar pengalaman selama ini, ternyata tips tsb juga sangat besar pengaruhnya .....

    ReplyDelete
  6. Kalau pake hormon hantu, kok yang mangga kombinasi sama jambu air kombinasi tidak berkuncup bunga yach

    ReplyDelete
  7. @ali : wah maaf, saya sama sekali tidak pernah pake hormon hantu....jadi gak bisa komment lebih jauh

    ReplyDelete
  8. om kalo di praktekkan ke rambutan bisa jg ya?

    ReplyDelete
  9. Mas mhon pnjlasanx donk,. Tips yg no 1 itu mksudnya gmana ya mas, sya kq ngerti2 ya,hehe.. Trims ya mas.. @ujang

    ReplyDelete
  10. @ujang : he he he bahasanya terkesan mbulet ya mas...
    maksud saya begini : entres yang mau disambung taruhlah kita ambil 30 cm misalnya. nah dari 30 cm tadi biasanya kan bisa dijadikan 3-4 bahan sambung. Yang dimaksud pada point 1 adalah gunakan yang pucuk sendiri, yang ada titik tumbuhnya.

    ReplyDelete
  11. @ujang berarti entres tsb berada pling ujung ya mas, hehe

    ReplyDelete
  12. SALAM..
    KALO UNTUK JAMBU AIR DAN JAMBU BATU APA BATANG YANG HIJAU ATAU YANG SUDAH BERKAYU YG BISA DISAMBUNG MAS? BERAPA LAMA ENTRES BISA DISIMPAN MAS, ADA TIPS MEMBAWA ENTRES DALAM PERJALANAN JAUH GK MAS?
    TERIMA KASIH..

    ReplyDelete
  13. utk jambu ai/batur, pilih batang yg sudah sedikit kecoklatan, utk membawa entres jarak jauh, potong entres hilangkan daunnya, lalu balut dengan kertas tisu / koran yang sedikit dibasahi, lalu bungkus kedalam plastik tertutup.....pengalaman saya sih 3 hari dalam perjalanan masih bisa di pakai untuk batang atas

    ReplyDelete
  14. salam mas..
    nyambung prtanyaan diatas, untuk jambu air/batu apa besarnya batang seperti pensil juga dan apa perlakuannya seperti mangga diatas btang bawah harus dipangkas dulu?? oiya mas apa dengan penyambungan ini entres tsb akan cepat berbuah juga misalkan kita ambil dari indukan yang udah berbuah. terima kasih.

    ReplyDelete
  15. kalau konteksnya sambung pucuk, mutlak untuk memangkas batang bawah yang mau disambung. mengenai ukuran, tidak harus sebesar pensil. sebab jika seukuran pensil biasanya entres jambu sudah agak tua, jadi agak susah disambung pucuk. pilih entres yang hijau kecoklatan, yang penting saat sambung pucuk besar entres ama batang bawah sesuai (hampir seukuran).
    jika sambungan sempurna, insya allah tanaman cepat berbuah jika diambil dari indukan yang sudah produktif. pernah saya alami proses sambung pucuk ini, tanaman masih tinggi sekitar 15 cm tapi udah berbunga dan jadi buah, namun sebaiknya biarkan tanaman tumbuh sehat dan besar dulu

    ReplyDelete
  16. cak saya punya pohon mangga asem di rumah udah 10 tahun lebih, diameter 1 m dgn cabang awal 3 meter dari tanah..kira2 bisa di top working cak dgn ukuran mangga besar begitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. top working bisa dilakukan pada cabang / tunas baru yang muncul pada bekas potongan batang utama yang di potong., nah masalahnya berani tidak memotong setinggi 1-1,5 mtr batang tersebut dari tanah, selanjutnya bekas potongan tsb akan keluar tunas baru, disinilah kita lakukan top working.....

      Delete
  17. Mas Hervin, sudah 2x sy coba Tp belum berhasil... pucuk mangga slalu kering, mohon pencerahannya. klo tempel mata tunas alhamdulillah berhasil, sy ingin bisa sambung pucuk... tlong di bantu Mas. From Elhakim bekasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Elhakim : syarat utama sambung pucuk adalah besar batang kedua nya relatif seimbang, nah jika tidak seimbang bisa dilakukan dengan teknik spt : sambung sisip ataupun tempel tunas mata....

      jadi bisa berbagai macam cara, yang penting tujuannya sama ....

      Delete
  18. pak kalo sambung pucuk jambu air untuk entresnya daunnya yang masih hijau muda atau hijau tua dan biasanya batang entres lebih kecil seukuran lidi?bagaimana cara membuat baji entresnya? trus kalo sambil dicangkok sama disambung pucuk bisa berhasil ga keduanya?saya mau coba tolong dibantu ya pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. @lela maya : kalau untuk jambu air reltif lebih mudah, kita bisa gunakan pucuk yang masih muda (hijau) maupun yang sudah hijau tua.. memang benar entres yang dimaksud msih sebesar lidi, jadi teknik penyambungannya kita rubah menjadi cara "sambung sisip" (semoga lain kali ada kesempatan untuk saya ulas detail).
      teknisnya, batang bawah (yang ukurannya jauh lebih besar dari entres) kita kelupas kulitnya saja, trus batang atas yg msih hijau kita potong baji satu sisi, lalau bagian yg terbuka tadi kita tempelkan pada sayatan batang bawah hingga menyatu sempurna, selanjutnya kita ikat dgn plastik keseluruhan. 3 minggu jika masih hijau, plastik bisa kita buka.
      selamat mencoba

      Delete
    2. terima kasih pak ilmu nya untuk sambung sisip tadinya saya masih ragu tapi insyaalloh mau dicoba.mau tanya lagi pak, kalo untuk mangga yang batang bawahnya mangga apel (rasanya asem banget buahnya) apakah kalo sambung pucuk atau sambung sisip dll dengan mangga yang berbeda rasa buahnya akan ikut asem juga atau sesuai dengan karakter masing masing jenis mangga...saya ucapkan terimakasih atas jawabannya

      Delete
  19. pak saya punya rootstock mangga (dapat nemu) ketika diambil dari tanah akar tunggangnya patah kalo ditanam bisa tumbuh lagi ga akar tunggangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa kok, masih ada kemungkinan hidup

      Delete
  20. Jadi wajib membersihkan diri dulu/ bersuci mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ade : kalau saya pribadi lebih menyarankan hal itu he he he

      Delete
  21. Klo sambung pucuk kelengkeng menggunakan entres yang belum pernah berbuah atau bibit tapi unggul. Kira2 klo hasil sambungannya jadi apakah bs berbuah ? Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rhofik : selama kualitas entres terjamin ( bener2 dari varietas unggul ) meskipun kita ambil dari pohon yang belum berbuah tidak menjadi masalah mas. Insya Allah buah nya kelak akan ngikuti indukannya. tentu saja jika lengkeng tsb tergantung pada sifatnya, jika temperate memang kudu di booster untuk membuahkannya.
      selamat mencoba

      Delete
  22. Wah betul-betul artikel yang top-markotop,mohon ijin untuk saya share dengan teman-teman ya-mas,tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Yonas : he he he ini udah 4 tahun yg lalu...semoga saja masih bermanfaat

      Delete
    2. Wah buat newbie sih jelas masih bermanfaat, omong-omong kapan menulis artikel untuk membuahkan nangkadak (penyerbukan dgn bantuan manusia),ditunggu nih,tks

      Delete
    3. belum ada waktu yang pas.... he he he lagi sibuk setting kebun soalnya

      Delete
  23. wah-wah kegiatan yang menarik sekali,maaf mas kalau saya ini ibarat pepatah orang jawa "dike'i ati ngroggoh rempelo" maksud saya kalau bisa ilmu nyeting kebun perlu ditularkan nih dalam artikel di blog ini, soalnya saya ini termasuk "bonek" , belum punya ilmu yang cukup sudah nekad menanam tanaman buah dalam jumlah yang banyak(menurut saya sih,.krn sudah ratusan tabulampot saya buat),dan saya banyak dibekali dari buku karya mas Hervin dan artikel-artikel dalam blog ini, sekali lagi saya ucapkan trima kasih atas ilmunya , dan terus ditunggu artikelnya, tks

    ReplyDelete
  24. saya beli bibit mangga arumanis,kmudian sy sambung pucuk pake pucuk mangga gedong gincu dan pucuk mangga lalijiwo,alhmdlh udh 3 mgu dah mucul bakal daun dipucuk nya.

    ReplyDelete

Comment