Kesan Bagus memang jauh terdapat dalam Blog ini. Namun dengan maksud ingin menjadikan sebagi forum tukar pikiran, penuangan ide-ide ataupun kiat-kiat yang berhubungan dengan kegiatan berkebun adalah tujuan utama hadirnya blog ini.....Kritik dan saran sangat saya perlukan sebagai bahan masukan. Akhirnya selamat menikmati & semoga bermanfaat.....

23 Sep 2014

Jeruk Santang (Yang Palsu)

Kejadian ini sebenarnya bermula dari pengalaman kurang lebih 3 tahun yang lalu.  Sebagai salah satu penggemar buah jeruk, bentuk, warna, rasa dan aroma jeruk Santang sangatlah cocok bagi lidah saya.  Bentuk buah yang imut, gampang di kupas, berbiji sangat minim, perpaduan rasa manis dan sedikit masam yang menyegarkan di tenggorokan, serta warna buah yang orange cerah sangatlah mencuri perhatian saya begitu melihatnya.
sosok Wiragi
Sayang menurut informasi yang beredar,
jeruk jenis ini tidak dibudidayakan di negeri kita, alias buah hasil impor dari negri jiran.  Tentu saja informasi ini semakin menyurutkan semangat untuk dapat menanam si Santang ini halaman rumah.  Mau beli dimana bibitnya kalau yang ada cuma buahnya ??  He he he .....
Sedikit stress air, muncul bunga
Suatu hari di pertengahan tahun 2011, datanglah seorang mahasiswa UNITRI Malang sebelah rumah yang datang kepada saya.  Sang mahasiwa Jurusan Akuntansi yang gemar berkebun ini sambil menghampiri saya berkata : "Mas ini saya bawakan bibit jeruk santang,  Saya dapatkan dari Batu ".  Kata dia sambil menyerahkan satu bibit jeruk tanggung dalam polybag.
Berhubung masih awam tentang tanaman jeruk, dan memang belum pernah melihat sendiri sosok tanaman jeruk santang, singkat kata tanaman saya terima dan saya tanam di pot untuk dirawat dan dibuahkan.

buah muda
Beberapa waktu berselang tanaman pun mulai berbunga dan tak lama berselang muncul lah buah.  Sekedar mengigatkan kembali, untuk merangsang tanaman buah jeruk berbuah, saat tanaman sehat cukup lakukan stress air beberapa waktu, kemudian siram dan berikan pupuk PK dominan, Insya Allah dalam beberapa hari tanaman  akan mengeluarkan bakal bunga.
Kebetulan juga pada saat kedatangan teman yang menurut saya paham sekali tentang seluk beluk perjeruk an. Pada sang rekan ini lantas saya bertanya : "Ini jeruk jenis apa ya ?".  
"Ini kalau tidak salah jenis Wiragi", begitu ujar si teman.  Tanpa dikomando pada name tag nya langsung saya tulis nama Wiragi, menggantikan name tag Santang yang lebih dulu saya tulis.  Diskusi ringan tentang jeruk Wiragi ini mengalir sambil beberapa pertanyaan tentang ciri-ciri jeruk Santang yang saya ajukan. Sungguh indahnya berbagi ilmu dengan sesama !

mudah dikupas, manis segar

Lantas kenapa saya sebut santang yang palsu ??!!??....
Saat itu banyak penjual bibit jeruk di seputaran kota Batu Malang yang menyebutnya sebagai jeruk santang,  Beberapa ciri seperti daun juga sangat berbeda dengan santang.  Bentuk daun wiragi lebih kecil dari santang yang asli.
Buah Wiragi memiliki ukuran yang relatif hampir sama dengan jeruk santang yang banyak di jual di pinggir jalan dan supermarket buah.
Kulit mudah dikupas, warna kuning meskipun tidak se tajam dan se orange santang (mungkin bisa juga dikondisikan atau perlakuan khusus agar sama warnanya).
Mengenai rasa, saya pribadi Wiragi bisa disejajarkan dengan santang.  Wiragi yang masak dan tua, memiliki perpaduan rasa Manis dan sedikit masam yang menyegarkan. Mekipun berbiji lebih banyak dari Santang, namun menikmati Wiragi tidak tidak ubahnya menikmati jeruk Santang Lokal.
Saya sendiri melihat sosok buah Wiragi berseloroh : " Jeruk Santang Lokal" atau "Jeruk Santang Palsu" alias "Jeruk Santang KW2".  He he he ...
sekilas mirip Santang
Terlepas dari itu semua, mengingat Wiragi mudah dibudidayakan, gampang berbuah dan rasa yang tidak mengecewakan, patut rasanya dipelihara sebagai tanaman koleksi.  Terlebih suatu saat siapa tahu menjadi Santang Lokal yang bener-bener bisa menyaingi Santang Import.

Bagaimana dengan perburuan jeruk Santang yang asli.... Insya Allah di tulisan mendatang akan diulas.

Semoga bermanfaat.....

7 comments:

  1. mas dari bunga sampe jadi buah matang membutuhkan berapa bulan??

    ReplyDelete
  2. untuk jeruk relatif lama mas, tembus 6 bulan (pastinya saya blm pernah nyatet he he)

    ReplyDelete
  3. Apakah jeruk wiragi ini cocok untuk daerah panas seperti di Semarang mas ?
    Tertarik untuk mencoba menanam :-)

    ReplyDelete
  4. @mangKoko : wah maaf saya belum pernah coba tanam di daerah panas mas... tapi feeling saya sih bisa aja... mungkin warna buah nya yang kurang ngejreng kuning..... patut di coba kok

    ReplyDelete
  5. Saya menanam jeruk santang dari biji dan tumbuh, namun setelah 8 thn tidak juga berbuah hanya terus saja meninggi sampai setinggi sekitar 5 meter..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @lili rosidah : dari biji memang banyak menyimpangnya mbak, tapi coba deh, main pangkas aja dulu, bentuk tajuk supaya tidak meninggi (oh ya karakter tanaman dari biji cenderung meninggi shg minim cabangnya)
      kalau sudah tajuk kompak dan sehat, mainkan stress air untuk merangsang berbunga

      Delete
  6. asslamualaikum....pak hervin, saya ingin tanya, kalau kita menanam jeruk santang atau jeruk manis lainnya, apakah buahnya kelak tetap manis? pernah dengar katanya kalau tanam dari biji buahnya berubah jadi rasanya masam. TERIMA KASIH.

    ReplyDelete

Comment